17 Aplikasi Android Ini Ketahuan Sembunyikan Iklan Agresif

Image
Tampilan baru Play Store | Tech Crunch

 Hampir semua pengguna smartphone bergantung pada Apple dan Google untuk mencegah perangkat lunak berbahaya beredar di toko aplikasinya. Namun khusus Google, sistem pemeriksaan yang digunakan untuk aplikasi Android sangat membutuhkan peninjauan.

Melansir Mashable, Senin (20/1), baru-baru ini 17 aplikasi Android populer ditemukan ternyata menyembunyikan keberadaan mereka di perangkat dan menampilkan iklan yang agresif kepada pengguna.

Aplikasi yang dimaksud tercantum di bawah ini dan secara total telah diunduh lebih dari 550 ribu kali.

Car Racing 2019

4K Wallpaper (Background 4K Full HD)

Backgrounds 4K HD

QR Code Reader & Barcode Scanner Pro

File Manager Pro - Manager SD Card/Explorer

VMOWO City: Speed Racing 3D

Barcode Scanner

Screen Stream Mirroring

QR Code - Scan & Read a Barcode

Period Tracker - Cycle Ovulation Women's

QR & Barcode Scan Reader

Wallpapers 4K, Backgrounds HD

Transfer Data Smart

Explorer File Manager

Today Weather Radar

Mobnet.io: Big Fish Frenzy

Clock LED

Menurut laporan Bitdefender, sebuah perusahaan cybersecurity global, deretan dari aplikasi tersebut tidak ada yang digolongkan sebagai malware. Namun, apa yang dilakukan mereka adalah sebagai "perangkat risiko."

Setiap aplikasi menggunakan sejumlah teknik untuk memintas sistem pemeriksaan Google guna memastikan mereka berhasil masuk ke Play Store. Teknik-teknik ini termasuk, "menunggu 48 jam sebelum menyembunyikan keberadaan mereka di perangkat, memecah kode aplikasi menjadi beberapa file sumber daya, dan menunda menampilkan iklan sampai 4 jam setelah instalasi aplikasi".

Iklan kemudian ditampilkan secara teratur, tetapi secara acak, sehingga sangat sulit untuk menemukan polanya. Sistem penjadwalan digunakan untuk memutuskan kapan menampilkan iklan baru. Hal ini dapat dipicu ketika pengguna di aplikasi menekan tombol, atau di luar aplikasi ketika perangkat tidak terkunci.

Menipu Google agar menganggap aplikasi tidak berbahaya tampaknya merupakan cara para aplikasi tersebut. Beberapa ulasan dari pengguna telah menandai aplikasi yang dimaksud sebagai adware, tetapi masih ada di Play Store. Setah Bitdefender melaporkan ke Google, barulah 17 aplikasi itu dihapus dari toko.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Misbaskhun di Hujat Penguasa Yang Menilai Dirinya Benar

BNI Ambon optimis Untuk Kemajuan Ekonomi Maluku Tumbuh Lebih Baik

MAKI DATANGI KPK