Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Pelajaran Bagi Petinggi-Petinggi Agar Memaknai Sebuah Kasus

Gambar
Para penguasa harus melihat  Kasus Misbakun dan harus jadi   pelajaran baginya , dari kasus yang dialami Politisi Partai Golkar Sekaligus Anggota Komisi XI DPR tersebut para penguasa dapat belajar, Tidak boleh ada lagi penguasa yang menggunakan kekuasaannya untuk "membungkam" anak bangsa yang kritis dalam mengungkapkan sebuah kasus. "Penguasa yang seperti itu, cepat atau lambat akan menemuhi badai karena yang menyedihkan saat mereka tidak lagi berkuasa, mereka akan menghadapi pengadilan dan hukuman yang sama," kata Bambang, yang juga dikenal sebagai salah seorang inisiator hak angket kasus Bank Century di DPR.  "Dikabulkannya Peninjauan Kembali (PK) Misbakhun oleh Mahkamah Agung atas tudingan " misbakhun korupsi " yang menyeret dirinya ke penjara dan kehilangan kedudukannya sebagai anggota DPR, terkait adanya tudihan " misbakhun korupsi " Bank Century saat kasus itu diungkap, menjadi bukti adanya kriminalisasi terhadap anggot...

Kasus Gayus VS Kasus Misbakhun Dikalangan Masyarakat

Gambar
Publik Membingungkan secara tiba-tiba Presiden SBY memberikan pernyataan soal dua kasus korupsi . Pertama soal Kasus Gayus, dan berikutnya kasus Misbakhun. Reaksi keprihatinan SBY terhadap kasus Gayus, mungkin bisa dinilai wajar. Bahkan, menjadi kredit poin tersendiri buat SBY. Hal itu menandakan kalau SBY punya keprihatinan seperti keprihatinan rakyat Indonesia umumnya dalam kasus jalan-jalannya Gayus. Namun, untuk kasus kedua, Kasus Misbakhun , banyak pihak yang menduga kalau reaksi SBY soal Misbakhun korupsi memberikan sinyalemen tersendiri. Karena dengan reaksi SBY itu, seolah-olah, kasus Gayus yang super heboh itu bisa disejajarkan dengan  kasus Misbakhun yang secara proses peradilan dianggap wajar-wajar saja oleh banyak kalangan. Dengan kata lain, seolah-olah SBY mendompleng kasus Gayus yang super heboh untuk mengangkat kasus Misbakhun yang sudah hampir dua minggu tidak mendapat reaksi publik, kecuali pihak istana sendiri. Ada apa? Pihak PKS menilai pern...

Sofyan Arsyad : saya siap mempertanggungjawabkan kasus misbakhun

Gambar
Nama Sofyan Arsyad mungkin tidak familiar di telinga. Namun siapa sangka, dirinya merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam pembenaran  kasus misbakhun, saat dituduh misbakhun Korupsi .  Dirinya memang bukan pejabat negara, pegawai negeri, atau pengusaha kelas atas. Di kartu tanda penduduk, lelaki berusia yang kini kira-kira sudah menginjak usia 65 tahun ini hanya mencantumkan pekerjaan: swasta. Sofyan adalah tokoh yang 'tak sengaja' hadir dalam lingkaran dugaan upaya pembebasan Misbakhun korupsi dalam putusan peninjauan kembali di Mahkamah Agung.  Perkara ini berawal dari temuan tim pemeriksa Bank Century dari Bank Indonesia. Tim melaporkan adanya penyaluran kredit bermasalah pada bank yang waktu itu masih milik Robert Tantular itu. Misbakhun , PT Selalang Prima Internasional, termasuk dalam daftar penerima kredit bodong itu. Misbakhun terseret setelah anggota staf khusus presiden, Andi Arief, melaporkan dirinya bahwa misbakhun korupsi Bank Cen...